Menebar Manfaat & Berbuat Kebaikan
Booking RaftingIndeks
banner 728x250

Perempuan dalam Kemelut Sejarah: Tribute to Nawal El Saadawi

Nawal el-Saadawi
Nawal el-Saadawi. https://www.flickr.com/photos/gigiibrahim/7097465077/
BANTEN RAFTING CIBERANG
banten rafting ciberang

Bila kita cermati secara seksama, kesewenang-wenangan, penindasan dan pelecehan dalam segala bentuk dan wujudnya terhadap perempuan jamak terjadi di hampir semua peradaban. Sungguh sangat memperihatinkan memang. Prof. Quraish Shihab dalam “Wawasan Al-Qur’an” membeberkan sejumlah fakta yang memperlihatkan praktek keji terhadap perempuan terjadi pada peradaban Yunani, Romawi, India, China, bahkan Arab pra-Islam.

Yunani yang dikenal dengan pemikiran filsafatnya sempat menempatkan perempuan seperti barang dagangan yang dijualbelikan. Di kalangan elite mereka, perempuan disekap dalam istina-istana yang megah namun tidak memberi kebebasan. Begitu juga nasib perempuan di lingkup rumah tangga hanya menjadi pemuas nafsu suami. Mereka tidak memiliki hak-hak sipil. Bahkan hak waris pun tidak ada.

Baca juga: Perempuan-Perempuan Hebat dalam Lintasan Sejarah

Nasib perempuan pada peradaban Romawi, China, India, bahkan pra-Islam juga tidak lebih baik dari peradaban Yunani. Perempuan pra-Islam mengalami situasi yang sangat menyedihkan. Selain hal-hal (bentuk penindasan) yang sudah disebutkan pada peradaban Yunani, anak-anak perempuan sebelum kedatangan Islam dikubur hidup-hidup demi menjaga marwah dan martabat keluarga. Umar bin Khattab, Khalifah Kedua, pernah mengubur anak perempuannya hidup-hidup dan kemudian menyesalinya.

Di Era modern bahkan kontemporer pun pandangan negatif terhadap perempuan masih terlihat jelas sampai sekarang. Di dunia Islam misalnya, masih ada sekelompok orang mempersepsikan perempuan sebagai mahluk nomor dua—liyan dalam istilah Simone De Beauvoir. Mereka tidak boleh menjadi pemimpin, dilarang keluar rumah meski untuk pendidikan, tidak boleh muncul di ruang publik meski untuk aktualisasi diri, dan sejumlah larangan lainnya. Belum lagi kebijakan politik, ekonomi dan sosial yang merampas kebebasan dan hak-hak mereka.

Tinggalkan Balasan