Menebar Manfaat & Berbuat Kebaikan
Booking RaftingIndeks
banner 728x250

Syaikh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani

Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani
Syekh Yusuf Al-Makassari Al-Bantani
BANTEN RAFTING CIBERANG
banten rafting ciberang

Karena dituduh menjadi penyebab terjadi pemberontakannya di Jawa, Syaikh Yusuf pada 1694, bersama 49 Syaikh Yusuf dibuang ke Cape Town, Afrika Selatan. Meski dalam pengasingan dan pembuangan, Syaikh Yusuf tetap menularkan semangat perlawanan dan nsionalisme pada pengikutnya. Perjuangan Syaikh Yusuf melawan Belanda berlangsung kurang lebih 23 tahun, yaitu sejak usianya masih 34 tahun. Ketokohannya sebagai ulama besar dan ahli tarekat tak membuat Syaikh Yusuf melupakan kewajibannya sebagai anak bangsa untuk berjuang mengusir Belanda.

Kontribusi
Sebagai ulama pengembara dari satu daerah ke daerah lain, dan dari satu negara ke negara lain, membuat Syaikh Yusuf bukan lagi milik orang Bugis di Sulawesi Selatan. Tapi sudah milik masyarakat Banten, muslim Srilanka dan Afrika Selatan. Karena jasanya yang begitu besar untuk Islam, Azyumardi Azra menyebut Syaikh Yusuf sebagai “pembangkit” atau “penghidup” Islam di Afrika Selatan. Ialah peletak dasar kehadiran komunitas Muslim di Ceylon dan Afrika Selatan. Ia juga, oleh Taufik Ismail, disebut inspirator bagi pejuang anti-apartheid di abad ke-20.

Dalam hal ini Nelson Mandella tak segan-segan menyebut Syaikh Yusuf “putra Afrika, pejuang teladan kami”. Mandella yang terlahir dengan nama Rolihlahla Mandela mampu menggulingkan pemerintahan rasis yang diberlakukan kaum kulit putih di awal abad ke-20 sampai dengan awal tahun 1990-an. Semuanya, sedikit banyak, karena terinspirasi dari kegigihan Syaikh Yusuf yang anti-kolonial dan penindasan.

Bagi warga Cape Town, Syaihk Yusuf tidak hanya diakui sebagai ulama dan pendakwah, namun juga pejuang bagi rakyat Afrika. Daerah tempat tinggal Syaikh Yusuf di Cape Town diberi nama sebagai kawasan Macassar untuk menghormati tempat asalnya. Kampung Macassar ini terletak di Distrik Stellenbosch, kawasan perkebunan anggur, 40 kilometer dari jantung kota Cape Town. Hingga kini, keturunan Syaikh Yusuf yang terdapat di kampung Macassar, Afrika Selatan, masih ada.

Gelarnya sebagai Al-Taj Al-Khalwati, “Mahkota tarekat Khalwatiyah” memberi gambaran betapa pengaruh Syaikh Yusuf dalam penyebaran tarekat di Indonesia, terutama tarekat Khalwatiyah, begitu penting. Martin van Bruinessen sampai berani menyimpulkan bahwa Syaikh Yusuf adalah orang pertama yang menyebarkan tarekat Khalwatiyah di Indonesia, dan di Sulawesi tarekat ini dihubungkan dengan namanya, Khalwatiyah Yusuf. Hingga kini, tarekat yang didapat Syaik Yusuf dari ulama Damaskus, Abu Barakat Ayyub bin Ahmad Al-Khalwati Al-Quraisyi ini, masih diterima masyarakat.

Tulisan sudah dipublish melalui blog pribadi Mohamad Asrori Mulky. Penulis merupakan dosen ITB Ahmad Dahlan dan alumni Pondok Pesantren Modern Subulussalam Kresek Tangerang Banten.

Tinggalkan Balasan