banner 728x250

Haul ke-6 KH. Ahmad Maimun Alie MA di Ponpes Subulussalam Kresek

Haul ke-6 Almaghfurlah KH. Ahmad Maimun Alie, MA digelar 10 Oktober 2026 di Pondok Pesantren Subulussalam Kresek, Tangerang, Banten.

Pondok Pesantren Subulussalam Kresek Tangerang
Pondok Pesantren Subulussalam Kresek Tangerang
BANTEN RAFTING CIBERANG
banten rafting ciberang

TANGERANG, BANTEN — Pondok Pesantren Subulussalam Kresek, Tangerang, Banten, akan kembali menggelar Haul ke-6 Almaghfurlah Abah Kiai Ahmad Maimun Alie, MA pada 10 Oktober 2026.

Haul ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Pondok Pesantren Subulussalam, para santri, alumni, wali santri, masyarakat, serta seluruh pihak yang pernah mengenal dan merasakan perjuangan serta keteladanan Almaghfurlah Abah Kiai Ahmad Maimun Alie, MA.

Peringatan haul bukan sekadar kegiatan untuk mengenang seorang ulama yang telah wafat. Lebih dari itu, haul menjadi kesempatan untuk kembali mengingat jasa, perjuangan, ilmu, nasihat, dan nilai-nilai kehidupan yang pernah diwariskan kepada generasi penerus.

Mengenang Sosok Abah Kiai Ahmad Maimun Alie

Almaghfurlah KH. Ahmad Maimun Alie, MA dikenal sebagai sosok yang memiliki perhatian besar terhadap dunia pendidikan, dakwah, dan pembinaan generasi muda melalui pesantren.

Perjalanan beliau bersama Pondok Pesantren Subulussalam menjadi bagian penting dari sejarah perkembangan pesantren di wilayah Kresek, Kabupaten Tangerang.

Pondok Pesantren Subulussalam sendiri mulai dirintis pada 1990. Pada 10 Juli 1990, pesantren mulai menerima santri baru dengan jumlah awal 98 santri. Selanjutnya, pembukaan tahun ajaran baru diresmikan pada 24 Agustus 1990. Pesantren tersebut dirintis di Kampung Kandanggede, Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dari perjalanan yang panjang tersebut, Subulussalam kemudian berkembang menjadi lembaga pendidikan yang memadukan pendidikan agama dan pendidikan umum.

Perjalanan tersebut tentu tidak terlepas dari kerja keras para pendiri, pengasuh, guru, santri, alumni, masyarakat, dan seluruh keluarga besar pesantren.

Haul Menjadi Momentum Mengenang Jasa Guru

Dalam tradisi pesantren, mengenang guru dan ulama merupakan bagian penting dari menjaga hubungan batin antara generasi yang telah menerima ilmu dengan para pendahulunya.

Haul menjadi ruang untuk mendoakan orang yang telah berjasa sekaligus melakukan refleksi terhadap apa yang telah diwariskan.

Bagi para santri dan alumni Pondok Pesantren Subulussalam, sosok Abah Kiai Ahmad Maimun Alie bukan hanya dikenal sebagai pimpinan pesantren. Beliau juga dikenang sebagai pendidik yang memberikan ilmu dan pengalaman kepada para santrinya.

Salah satu kesaksian alumni yang diberitakan pada 2024 menggambarkan bagaimana almarhum tetap menjalankan tanggung jawab mengajar dan mendidik santri di tengah berbagai aktivitasnya.

Kenangan tersebut menunjukkan bahwa hubungan seorang kiai dengan santri tidak berhenti ketika proses belajar di kelas selesai. Nasihat, pengalaman, keteladanan, dan cara pandang seorang guru dapat terus hidup dalam diri murid-muridnya.

Haul ke-6 Abah Kiai Ahmad Maimun Alie

Peringatan Haul ke-6 Almaghfurlah Abah Kiai Ahmad Maimun Alie, MA pada 10 Oktober 2026 menjadi kesempatan bagi keluarga besar Subulussalam untuk kembali berkumpul dalam suasana penuh doa dan silaturahmi.

Setelah lima kali peringatan haul sebelumnya, penyelenggaraan haul keenam diharapkan menjadi bagian dari kesinambungan tradisi untuk mengenang dan mendoakan para pendahulu.

Haul juga dapat menjadi momentum bagi para alumni untuk kembali bersilaturahmi dengan almamater dan sesama alumni yang selama ini mungkin telah tersebar di berbagai daerah.

Kegiatan haul sebelumnya juga pernah dirangkai dengan kegiatan reuni alumni. Pada Haul ke-4 tahun 2024, misalnya, kegiatan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan Reuni Akbar Alumni Pondok Pesantren Subulussalam.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa haul memiliki dimensi yang lebih luas: bukan hanya sebagai kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang memperkuat hubungan kekeluargaan dan jaringan silaturahmi keluarga besar pesantren.

Menjaga Warisan Ilmu dan Pendidikan

Salah satu hal penting yang dapat dilakukan generasi penerus adalah menjaga keberlanjutan nilai-nilai baik yang telah ditanamkan oleh para pendahulu.

Perjalanan Pondok Pesantren Subulussalam menunjukkan bagaimana sebuah lembaga pendidikan dapat tumbuh melalui proses panjang.

Dari awal pendirian dengan kondisi yang sederhana, pesantren berkembang dan menjalankan pendidikan yang memadukan tradisi pesantren dengan pendidikan formal. Profil pesantren yang tersedia saat ini juga mencatat keberadaan jenjang pendidikan MI/SD, MTs/SMP, MA/SMA, serta program tahfidz.

Warisan terbesar seorang ulama bukan hanya bangunan atau lembaga yang ditinggalkan. Warisan yang lebih penting adalah ilmu, akhlak, murid, dan amal kebaikan yang terus memberikan manfaat kepada masyarakat.

Karena itu, mengenang Abah Kiai Ahmad Maimun Alie melalui haul juga dapat dimaknai sebagai ajakan untuk melanjutkan perjuangan pendidikan dan dakwah yang telah beliau mulai.

Dari Kresek untuk Generasi Masa Depan

Pondok Pesantren Subulussalam berada di Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten. Dari lingkungan pesantren inilah proses pendidikan dan pembinaan generasi telah berlangsung selama puluhan tahun.

Sejarah panjang pesantren tersebut tidak dapat dilepaskan dari perjuangan para pendirinya dan masyarakat yang ikut memberikan dukungan.

Kini, generasi berikutnya memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita tersebut dengan tantangan zaman yang berbeda.

Perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks menuntut lembaga pendidikan untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan akar nilai keagamaannya.

Dalam konteks inilah, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, tanggung jawab sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat.

Doa untuk Almaghfurlah Abah Kiai Ahmad Maimun Alie

Haul pada akhirnya adalah tentang doa dan penghormatan.

Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah dan perjuangan Almaghfurlah Abah Kiai Ahmad Maimun Alie, MA, mengampuni segala kekhilafan beliau, melapangkan dan menerangi alam kuburnya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

Semoga ilmu yang telah beliau ajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

Semoga para santri, alumni, keluarga, guru, dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Subulussalam dapat terus menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan.

Dan semoga Pondok Pesantren Subulussalam Kresek senantiasa berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan umat.

Haul ke-6 Almaghfurlah Abah Kiai Ahmad Maimun Alie, MA — 10 Oktober 2026.

Semoga menjadi momentum untuk mengenang, mendoakan, bersilaturahmi, dan melanjutkan perjuangan.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Tinggalkan Balasan