Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Jasa desain web di banten

Isra Mikraj dalam Perjalanan Imajinal Mohamad Iqbal

Javid Namah Kitab Keabadian Karya Mohammad Iqbal
Javid Namah Kitab Keabadian Karya Mohammad Iqbal

******

­­­­Javid Namah menceritakan perjalanan spiritual-intelektual Mohamad Iqbal yang dia lakukan secara imajinal. Kisah rekaan Mohamad Iqbal ini terispirasi dari pengalaman isra mikraj Nabi Muhammad yang kini sedang kita peringati. Diawali Prolog di Bumi, Iqbal memulai pengalaman imajinalnya melewati petala langit. Di setiap lapisan dia bertemu dengan sejumlah tokoh penting dalam sejarah atau beberapa tokoh rekaanya sendiri. Sebagai karya sastra, buku ini menghadirkan dialog imajiner yang menarik antara dirinya dengan tokoh-tokoh yang ditemuinya. Dialog yang terjadi di luar ruang dan waktu yang menyangkut banyak persoalan filosofis yang musykil. [baca juga: MENDIALOGKAN ISRA DAN MIKRAJ]

Dalam pengembaraan ruhani itu, Iqbal yang menyebut dirinya Zinda-Rud (sungai hidup) ditemani Jalaludin Rumi sebagai pemandu jalan (guru spiritual). “Bagai si buta, aku berjalan dengan kedua tangan di atas pundak Rumi dan masuk ke dalam gua yang begitu gelap…”, kata Iqbal. Di langit pertama, Iqbal bertemu Budha, Zarasustra, Isa, dan baginda kita, Nabi Muhammad. Keempatnya membabarkan kembali pengajaran-pengajaran mulia yang pernah mereka sampaikan untuk bekal manusia berdamping hidup secara rukun dan teratur di antara sesama umat beragama. Kehidupan akan damai bilamana umat beragama saling menghargai, tidak membenci dan memaki.

Di langit kedua, Iqbal bertemu Jamaluddin Al Afghani dan Said Halim Pasya. Ketiganya mendiskusikan prinsip dunia yang dicitakan Al Qur’an, fungsi manusia sebagai khalifah, dan kerajaan Tuhan kelak. Al Afghani menitipkan pesan kepada rakyat Rusia melalui Iqbal. Di matanya, komunisme ala Rusia memperlihatkan banyak persamaan—di samping banyak perbedaan—dengan Islam, yaitu melawan kapitalisme, penghisapan manusia, dan bercita-cita membangun tata dunia baru. Apa yang dipesankan Al Afghani merupakan perpanjangan tangan dari perjuangan Nabi Muhammad dulu saat melawan elite Quraisy yang kapitalistik, pemuja riba dan sistem rente.

BACA  Buku Framework Enterprise Resource Planning
template wordpress

Komentar