Ketika Rasulullah SAW Berdoa Mohon Dikirimkan Hewan Buas Untuk Utbah

oleh -231 views
Kisah Utbah Bin Abi Lahab Yang menyakiti Nabi Muhammad SAW dan Keturunannya
Kisah Utbah Bin Abi Lahab Yang menyakiti Nabi Muhammad SAW dan Keturunannya. Foto oleh Walid Ahmad dari Pexels.com

Dikisahkan dari Al-kitab Al-kassyaf di jilid 4 halaman 297, keterangan terkait tafsir pembuka surat An-Najm surat ke 53. tentang ayat wannazmi idza hawa, dari sekian banyak pendapat terkhusus 3 pendapat populer di kalangan ulama tentang wannazmi idza hawa ada yang menafsirkan dengan bintang kejora, ada yang menafsirkan tumbuhan mulai jatuh, ada pula yang menafsirkan Al-Qur’an secara bertahap, namun demikian ada keterangan yang sangat menarik yang diungkap oleh Al-Imam Azzamakhsari dalam kitabnya.

Dari Urwah bin Zubair beliau menyampaikan bawah Utbah bin Abi Lahab, Utbah merupakan satu diantara putra dari Abi Lahab, ada Utbah dan Utaybah, keduanya pra Islam telah menikah dengan putri Rasulullah SAW, Utbah menikah dengan Ruqoyyah sedangkan Utaybah menikah dengan Ummu Kultsum. Di kisahkan di kitab ini tentang Utbah yang satu kali hendak bepergian menuju Syam, yaitu wilayah yang cukup besar dan setidaknya sekarang mencakup empat negara yaitu Syiria, Lebanon, Palestina dan Yordania. Utbah berkata “Aku pasti datangi dahulu Muhammad, dan aku pastikan aku akan menyakitinya dahulu”. Utbah berniat sebelum berangkat ke Syam ingin mendatangi Rasulullah SAW dan menyakitinya.

Kemudian ia mendatangi Rasulullah SAW yang merupakan ayah mertuanya dan sekaligus kerabat terdekatnya, karena Abu Lahab merupakan paman dari Rasulullah SAW. Utbah berkata kepada Nabi Muhammad SAW dengan panggilan tidak sopan, “Wahai Muhammad, ia (Utbah) adalah orang yang ingkar, binnazmi idza hawa, dan juga ingkar terhadap yang mendekat kepadaMu dan menurunkan wahyu (Jibril)..” Utbah juga meludahi wajah Rasulullah SAW dan mengembalikan serta merendahkan putri Rasulullah SAW Sayyidah Ruqoyyah dengan menalaknya langsung di depan Rasulullah SAW.

Maka apa yang terjadi, Nabi Muhammad SAW langsung merespon dan bersabda dengan apa yang diperlakukan oleh Utbah kepada beliau dengan satu kalimat yang sangat singkat dan padat, “Ya Allah mohon kirimkan (kepada Utbah) anjing dari anjing Mu yang paling ganas”. Nabi menggunakan kata sallit yang artinya hancurkan atau merobek tanpa sisa.

Komentar