Work Breakdown Structure, Manajer Proyek Jadi Lebih Paham

  • Bagikan
work breakdown structure
Work Breakdown Structure. Foto pexels.com

Work Breakdown Structure atau WBS merupakan list hirarki atau daftar berjenjang dari aktivitas pekerjaan proyek yang bisa dibuat dengan format outline atau grafis tree atau diagram pohon.  WBS juga merupakan tahapan pengembangan atau tahapan manajemen dan beberapa pekerjaan yang mendukung proyek. Setiap pekerjaan yang ada di WBS saling terkait atau berlanjut. Pembuatan WBS adalah cara membagi kiriman proyek dan pekerjaan proyek menjadi komponen yang lebih kecil dan lebih mudah dikelola. Manfaat utama dari proses ini adalah memberikan visi terstruktur tentang apa yang harus disampaikan.

Setelah mengumpulkan requirement dan menentukan scope, langkah selanjutnya dalam project scope management adalah membuat struktur rincian kerja. WBS atau Work Breakdown Structure merupakan pengelompokan berorietasi pekerjaan yang terlibat dalam proyek untuk mendefinisikan ruang lingkup total proyek. WBS merupakan dokumen dasar yang menyedikan dasar untuk perencanaan dan pengelolaan jadwal proyek, biaya, sumber daya, dan perubahan. Pembuatannya dengan cara dekomposisi yaitu membagi hasil proyek menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Bagian yang kecil tersebut di sebut task atau tugas di level terendah WBS yang digunakan manajer proyek untuk memantau dan mengendalikan proyek.

Tujuan pembuatan WBS dalam kaitan pembuatan perencanaan proyek

Tujuan dari WBS adalah membentuk dasar untuk perencanaan dan pengelolaan jadwal proyek, biaya, sumber daya, dan perubahan. Sehingga WBS dapat membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan tim manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan. Dengan melakukan pembuatan WBS, tim proyek tidak hanya mempraktikan sebuah good project management, tetapi tugas WBS juga dapat dipetakan dengan lebih mudah terhadap waktu. Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua tim untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.

Berikut contoh WBS untuk proyek pengembangan situs web suatu perusahaan yang belum pernah mempunyai sistem informasi. Gunakan metodologi yang sesuai dengan kondisi perusahaan:

  • Bagikan

Komentar