Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting

Tsa’labah bin Abdurrahman, Dosa Yang Mengantarkan Surga | Kisah Sahabat Nabi

  • Bagikan

Tsa’labah bin Abdurrahman adalah salah satu sahabat yang begitu patuh dan begitu mencintai Rasulullah SAW. Ia adalah Seorang pemuda dari kaum Anshar, dia sangat setia melayani Rasulullah SAW.

Dikisahkan, suatu ketika ia hendak pulang. Dalam perjalanannya ia melewati salah satu rumah yang kebetulan pintunya terbuka. Spontan Tsa’labah memandang ke dalamnya, dan ternyata rumah tersebut milik seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Sesaat ia terpesona melihat pemandangan tersebut, dan ketika sadar, ketakutan yang amat sangat menyelimuti dirinya, takut dan malu jika Rasulullah SAW mengetahui perbuatannya, apalagi bila turun wahyu yang menjelaskan perbuatan maksiatnya. Karena itu ia lari dari kota Madinah dan bersembunyi di pegunungan antara Madinah dan Makkah.

Rasulullah SAW yang merasa kehilangan sahabat dan pelayannya tersebut, beliau terus mencari-carinya dan menanyakan kepada para sahabat lainnya, tetapi tidak ada yang mengetahuinya. Setelah empat puluh hari berlalu tidak ditemukan, Malaikat Jibril datang kepada beliau dan berkata, “Wahai Muhammad! Sesungguhnya Tuhanmu menyampaikan salam buatmu dan berfirman kepadamu, ‘Sesungguhnya seorang laki-laki dari umatmu berada di gunung ini sedang memohon perlindungan kepada-Ku.'”

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Wahai Umar dan Salman! Pergilah cari Tsa’laba bin Aburrahman, lalu bawa kemari.”

Dua orang sahabat tersebut pergi ke tempat yang ditunjukkan Rasulullah SAW, tetapi ternyata tidak mudah untuk menemukan Tsa’labah. Pada suatu malam, mereka bertemu seorang penggembala bernama Dzufafah, dan menanyakan keberadaan sahabat yang menghilang tersebut. Dzufafah berkata, “Mungkin yang kalian maksudkan, adalah pemuda yang ingin lari dari Neraka Jahanam??”

“Bagaimana engkau tahu ia ingin lari dari Jahanam?” Tanya Umar bin Khattab.

Dzufafah menjawab, “Karena, apabila malam telah tiba, dia keluar kepada kami dari perbukitan ini dengan meletakkan tangannya di atas kepalanya sambil berkata, “Mengapa tidak cabut saja nyawaku dan Engkau binasakan tubuhku, dan tidak membiarkan aku menantikan keputusan! ”

“Dialah yg kami maksud,” tegas Umar.

Lalu Dzufafah mengantar kedua sahabat tersebut ke tempat di mana Tsa’labah berada. Ketika telah bertemu, dan Umar menyampaikan salam Rasulullah SAW serta tugas yang diberikan kepada mereka, Tsa’labah berkata, “Apakah Rasulullah SAW mengetahui dosaku?”

“Aku tidak tahu, yg jelas kemarin beliau menyebut-nyebut namamu lalu mengutus aku dan Salman untuk mencarimu.”

“Wahai Umar,” Kata Tsa’labah, “Janganlah engkau pertemukan aku dengan Rasulullah SAW, kecuali saat beliau sedang shalat.

Akhirnya mereka bertiga kembali ke Madinah. Setibanya di sana mereka langsung masuk ke dalam masjid, saat itu Nabi SAW sedang shalat. Begitu mendengar bacaan Nabi SAW dalam shalat tersebut, Tsa’labah langsung pingsan. Berhari-hari lamanya Tsa’labah menahan kerinduan untuk mendengar dan menatap wajah yang penuh mulia tersebut, tetapi ia juga dilanda ketakutan dan kekhawatiran akan kemarahan Nabi karena perbuatan dosanya. Konflik perasaan yang begitu hebat mencapai puncaknya ketika ia melihat dan mendengar suara Nabi SAW secara langsung, sehingga ia jatuh pingsan.

Baca juga: Kisah Khalid bin Walid, Sahabat Nabi Melawan 200.000 Pasukan (di Perang Mu’tah)

Beli template Wordpress premium Indonesia
  • Bagikan

Komentar