Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting

Nelayan Juga Bisa Jadi Sarjana (True Story by APU)

  • Bagikan
Apu Anak Pulau - True Story
Apu Anak Pulau - True Story

Kesulitan adalah bagian yang tak terpisahkan dari hidup manusia. Siapapun tidak bisa menghindarinya, karena kesulitan ibarat teman setia yang selalu mengiringi manusia dalam setiap langkahnya, maka sebuah keniscayaan manusia untuk hidup tanpa kesulitan. Di sinilah tinggal kita menghadapinya, karena sejatinya bukan masalahnya yang besar, melainkan diri kitalah yang harus lebih besar dari masalah yang kita hadapi. Seperti seseorang yang sampai saat ini tidak pernah belajar literatur menulis, minim akan narasi kata, namun ia mampu menyelesaikan bukunya untuk disajikan kepada rekan-rekan pembaca yang budiman.

Buku Nelayan Jadi Sarjana adalah buku otobiografi yang diambil dari kisah nyata si penulis, yang menjelaskan perjalanan hidupnya, mencoba bangkit dari keterpurukan hidup yang bermodalkan pendidikan SD (Sekolah Dasar), sanggup melampaui masa-masa sulit, untuk berjuang mencari jati diri melalui jalan pendidikan, sehingga mencapai puncak perjuangan menjadi seorang sarjana.

Dengan bentuk narasi otobiografi, buku ini memberikan sebuah gambaran bahwa setiap makhluk hidup di muka bumi ini mengalami sebuah ujian dalam hidup. Karena melalui tahapan ujianlah Allah SWT mengangkat derajatnya.

Buku ini menyajikan gambaran nyata seorang anak yang lahir dan tumbuh besar di sebuah kepulauan yang jauh dari hirup pikuk kota dan minim informasi akan pentingnya pendidikan, sehingga sulit sekali dari mereka mengenyam pendidikan dikarnakan jauh dari kota dan kesadaran pendidikan rendah, namun dengan tekad dan kemauan tinggi ia mampu melalui setiap tahapan proses yang sangat sulit, pahit, yang akhirnya hal yang tidak mungkin menjadi fakta Nelayan Jadi Sarjana.

Di berbagai lapisan negeri ini, setiap anak ingin menikmati bangku pendidikan, menggali ilmu, agar kesetaraan berpikir dan kesetaraan hidup bisa merata. Namun tidak semua mutiara bangsa yang memiliki potensi luar biasa yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

Kisah ini dikemas dengan harapan memberikan gambaran proses pendidikan dan pesan moral untuk berpendidikan bukan soal seberapa banyak biaya yang harus disipakan, melainkan seberapa besar tekad dan kemauan untuk menimba ilmu.

Banyak rintangan yang penulis harus hadapi, mulai terlahir sebagai anak premature, yang lahir dari pasangan muda/i yang masih terbilang muda dan belum memiliki kesejahteraan ekonomi yang baik, masa kecil yang selalu dibully karna menderita penyakit yang ia alami, seorang yang sempat berprestasi dan sempat mengenyam pendidikan di sekolah favorit di Kota Serang namun berhenti karena faktor poligami.

Menjadi nelayan, padahal itu bukan pilihan hidupnya, menjadi preman kampung yang suka mencuri, mabuk-mabukan dan berkelahi yang si penulis sering lakukan karena faktor putus asa dalam hidup. Dan pada akhirnya ia sadar dan bangkit dalam pertaubatan menuju jalan dunia pesantren dengan bermodalkan keinginan dan kesadaran yang tulus, memanfaatkan peluang kala diberikan kesempatan untuk Sekolah Menengah Atas yang pada awalnya tidak pernah terbesit sedikit pun berpikir untuk mengalami sekolah lagi, selanjutnya ia tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan melanjutkan untuk ke jenjang pendidikan tinggi kuliah karna bekal ijazah yang ia dapatkan, dengan bermodalkan do’a orang tua, ia bisa masuk di perguruan tinggi negeri di kota Serang.

Dimasa kuliah ia amat sadar bahwa dasar pengalaman pendidikan yang ia miliki hanya SD sehingga banyak kelemahan dalam menyeimbangi dunia pendidikan tingginya, maka ia pun membekali dirinya dengan masuk berbagai organisasi kampus, berharap menambah pengetahuan di luar jam kuliah. agar bisa menjadi orang cerdas bukan hanya pintar. Selama hidup ia belum pernah mengalami meriahnya perpisahan sekolah, dan akhirnya ia merasakannya meriahnya wisuda sarjananya di waktu yang tepat.

Setelah wisuda, ia pun menikah dengan gadis dambaan hatinya yang jika saja ia tidak melangkah satu langkah untuk merubah hidup dan tetap menjadi seorang nelayan mungkin tak menemukan bidadari yang baginya sempuna, dari perangainya, pendidikannya, etikanya dan keturunannya sesuai anjuran Rasulallah. Semua yang telah ia alami berawal dari satu langkah, satu tekad, dan satu tujuan menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya. Sehingga ia mencoba terus melintasi untuk menggapai mimpinya semua terjaga kokoh atas dasar kepercayaan yang tertanam di dalam dada, serta tawakal sepenuhnya kepada Allah SWT, sehingga seluruh kesengsaraan yang ia rasakan dari sebuah proses, berganti menjadi sebuah kenikmatan dan rasa syukur yang mendalam, kesusahan berakhir dengan kebahagiaan, keburukan berubah menjadi kebaikan, air mata duka menjadi air mata bahagia.

Tidak ada orang baik yang tidak punya masa lalu, dan tidak ada orang jahat yang tidak punya masa depan, karena setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk berubah menjadi lebih baik, meski sekelam apa pun masa lalu dan lingkungannya dulu, seburuk apapun perangainya di masa lampau, yang jelas setiap orang yang mau berubah sudah pasti ia akan berubah. Karena seseorang yang ingin membunuh Rasul pun, Umar bin Khattab, kini makamnya bersebelahan.

Untuk pemesanan buku hubungi : 0877-7470-3199

Beli template Wordpress premium Indonesia
  • Bagikan

Komentar