Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting

Kesuksesan Seorang Santri Diukur Melalui Kebermanfaatannya

  • Bagikan
Kesuksesan Seorang Santri Diukur Melalui Kebermanfaatannya
Kesuksesan Seorang Santri Diukur Melalui Kebermanfaatannya. Designed by freepik.com

Santri adalah kata yang hadir di Indonesia dimana sesungguhnya di negara lain banyak pula terdapat santri dengan sebutan lain yang berlaku di negara tersebut. Santri merupakan sosok yang dicetak dan dibentuk dari segi kebatinan ilahiyah dan akhlaqul karimah.

Di Indonesia, rata-rata santri mulai diproses pencetakannya sejak lulus sekolah dasar sampai dengan 6 (enam) tahun ke depan. Pada proses 6 tahun ini banyak ilmu yang diturunkan kepada sosok santri ini untuk mencapai pada tahap santri yang sempurna baik dari segi keilmuan dan segi akhlak.

Pada tahun-tahun pertama santri akan dibekali dengan ilmu-ilmu dasar seperti dasar ilmu bahasa, dasar ilmu membaca Al-Qur’an atau tajwid, dasar ilmu fiqh dan dasar-dasar ilmu lainnya. Kemudian akan beranjak pada tahun berikutnya santri akan dibekali dengan ilmu perkembangan sejarah Islam, mulai pada zaman Rasulullah SAW sampai dengan kondisi Islam terkini. Dan jika dirasa ilmu dasar dan menengah sudah cukup dikuasai oleh santri, maka tahap selanjutnya santri akan dibekali dengan ilmu tentang filsafat dan perbandingan agama serta ilmu lainnya dengan tingkatan yang lebih tinggi.

Ilmu-ilmu santri diatas dibungkus dalam berbagai bidang keilmuan agama yang utuh dan beragam, mulai dari ilmu fiqh, ilmu tafsir, ilmu hadist, ilmu aqidah, sirah dan sebagainya. Namun disamping mempelajari berbagai ilmu agama, sosok santri pun dibekali dengan ilmu-ilmu non agama seperti matematika, biologi, ipa, ips, kewarganegaraan dan lain sebagainya. Maka lengkaplah ilmu yang didapat oleh seorang santri.

Dan diakhir proses pencetakan santri jika dianggap seluruh ilmu sudah diberikan dan diuji. Maka pada proses selanjutnya adalah kelulusan santri dengan mendapatkan ijazah atau pengakuan dari seorang Kiyai.

Santri Bermanfaat

Setelah proses kelulusan santri, maka sosok santri ini akan dilepas ke tengah-tengah kehidupan masyarakat diluar lingkungan pesantren yang selama ini membentuknya. Namun disinilah sebenarnya proses sesungguhnya, santri akan dituntut untuk mengamalkan semua ilmu yang pernah didapatkannya dan proses seleksi alam pun akan dimulai. Banyak sosok santri yang berhasil pada proses seleksi alam ini tapi banyak juga santri yang gagal.

Bagaimana mengukur santri yang berhasil, hal ini dapat kembali kepada sabda Rasulullah SAW dalam hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad, Thabrani, Daruqutni dan disahihkan oleh Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah:

“Khoirunnas anfa’uhum linnas”. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.

Dari hadist diatas bisa dijadikan tolak ukur untuk kesuksesan seorang santri sehingga mudah untuk melihat santri yang sukses adalah dengan melihat sejauhmana kebermanfaatannya bagi masyarakat dalam bentuk menebar kebaikan. Dalam proses menebar kebaikan ini adalah suatu bentuk perlombaan untuk mendapatkan nilai keridhoan disisi Allah SWT.

Kadangkala kebermanfaatan yang ditebar oleh santri dapat dilihat dengan wujud tapi kadang pula hanya dapat dirasakan dan didengar. Namun apapun itu, proses 6 tahun untuk mencetak seorang santri sangatlah belum cukup, karena pada saat yang bersamaan bisa jadi jiwa muda sedang bergejolak. Maka dengan semangat ‘belajar mulai dari buaian sampai liang lahat’, proses pencetakan santri seyogyanya dapat ditambah 6 tahun lagi agar sampai pada proses kematangan yang hakiki. Walaupun ini baru sekedar opini, mudah-mudahan disana sudah terdapat kajian ilmiah seperti jurnal dan lainnya yang dapat mendorong program wajib nyantri 12 tahun.

Wallahu’alam bisshawab.

Beli template Wordpress premium Indonesia
  • Bagikan

Komentar