Anak Perempuan dalam Perspektif Islam

oleh -245 views
Anak Perempuan dalam Perspektif Islam
Anak Perempuan dalam Perspektif Islam. Foto oleh Binti Malu dari Pexels

Pelabelan perempuan diposisikan sebagai makhluk yang lemah secara fisik maupun psikhis. Hal itu memberikan pelabelan dan perlakuan yang khusus bagi perempuan, citra perempuan, dengan berbagai aspek positif dan negatifnya, akhirnya mendarah daging seiring sejalan dengan sejarah manusia dan kemanusiaan itu sendiri.

Kewajiban orang tua kepada anak perempuannya untuk melindungi dan mengayomi merupakan hak untuk anak atas orang tuanya, maka jika orang tuanya tidak menjalankan kewajiban ini berarti menyia-nyiakan hak anak. Orang tua memiliki kewajiban mendidik anak-anaknya termaktub dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah S.A.W. bersabda: “Setiap bayi lahir dalam keadaan fitrah (bertauhid). Ibu bapaknyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani atau Majusi.” Hadist tersebut mengatakan setiap bayi yang artinya bayi laki-laki dan perempuan. Orang tua nyalah yang memiliki peran terhadap anak-anaknya kehidupan, pendidikan dan keimanannya.

Bagaimana pandangan Islam terhadap anak perempuan?

Perempuan dalam pandangan Islam sesungguhnya menempati posisi yang sangat terhormat. Keistimewaan perempuan dalam Islam termaktub dalam Kitab Suci Al-Qur’an Surah An-Nisa’ terdiri atas 176 ayat Dinamakan An-Nisa karena dalam surah ini banyak dibicarakan hal-hal yang berhubungan dengan wanita dan Anak perempuan sesungguhnya adalah sebuah kabar gembira dari Allah (QS An Nahl Ayat 58). Anak perempuan sebagai penyenang hati terdapat dalam kitab suci (QS Surat Al-Furqaan Ayat 74).

Orang tua akan memperoleh kebaikan bagi yang mengasuh, mendidik dan membesarkan anak perempuan penuh kasih sayang sebagaimana hadist-hadist sebagai berikut:

Anak perempuan jalan masuk surga, diriwayatkan Abdullah bin Abbas, Nabi Muhammad SAW bersabda: “Siapa yang memiliki anak perempuan, dia tidak membunuhnya dengan dikubur hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak lebih mengutamakan anak laki-laki, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga,” (HR. Abu Daud).

Anak perempuan pelindung api neraka, Rasulullah SAW berkata: “Siapa yang diuji dengan kehadiran anak perempuan, maka anak itu akan menjadi pelindung baginya di neraka.” (HR. Ahmad).

Anak perempuan pelindung hari kiamat, diriwayatkan dari Uqmah ibn Aamir, Rasulullah SAW juga pernah bersabda: “Siapa pun yang memiliki tiga anak perempuan dan sabar terhadap mereka, dan memberi mereka makan, memberi mereka minum, dan pakaian dari hasil usahanya, maka mereka akan menjadi pelindungnya di hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah).

Anak perempuan mendekatkan kepada Rasullah, diriwatkan Anas (ra) melaporkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda, “Siapa pun yang menanggung nafkah dua anak perempuan sampai baligh (mencapai kedewasaan), maka pada hari kiamat antara saya dan dia seperti ini (beliau menggabungkan jari-jarinya.” (HR. Muslim).

Anak perempuan meningkatkan kasih sayang, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda  “Aku pun melihat Abu Bakar mencium pipi putrinya sambil berkata, bagaimana keadaanmu putriku?”. (HR Bukhari).

Sikap orang tua yang penuh kasih sayang kepada anak perempuannya dan memberi kesempatan pada anak perempuan untuk memperkaya pengalaman, pendidikan, dan memberikan penghidupan yang baik. Orang tua yang menghargai dan dapat menjadi teladan yang positif bagi anak perempuannya akan besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak. Jadi dapat dikatakan bahwa bagaimana gambaran anak akan dirinya ditentukan oleh interaksi yang dilakukan orang tua dengan anak. Konsep diri anak akan dirinya positif, apabila orang tua dapat menerima anak perempuannya sebagaimana adanya, sehingga anak akan mengerti kekurangan maupun kelebihannya. Kemampuan seorang anak untuk mengerti kekurangan maupun kelebihannya akan merupakan dasar bagi keseimbangan kehidupan dan mentalnya. Pada prinsipnya peran orang tua sebagai pelindung, pendidik, pendamping dan dapat sebagai teman, pendorong dan penasehat yang bijaksana bagi anak perempuannya.

Wallahu Alam Bishawab

Oleh: Dr. Ade Fartini, S.Ag., M.H.

One thought on “Anak Perempuan dalam Perspektif Islam

Komentar