Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting
Wisata Arung Jeram Banten Rafting

Abu Hurairah, Perjalanan Sahabat Nabi Menjemput Hidayah Islam

  • Bagikan

Dalam pertemuan pertama itu, Rasulullah SAW bersabda kepadanya, “Siapakah namamu?”, Abu Hurairah berkata, “Abdu Syamsi!!”

Abdu Syamsi artinya adalah hamba atau budaknya matahari. Tampaknya Rasulullah SAW kurang berkenan dengan namanya itu, maka beliau bersabda, “Bukankah engkau Abdur Rahman!!” Maksud Rasulullah adalah ia dan manusia semua itu adalah hamba Allah Ar-Rahman, maka dengan gembira Abu Hurairah berkata, “Benar, ya Rasulullah, saya adalah Abdurrahman!!”

Sejak itu namanya berganti dari Abdu Syamsi bin Sakher menjadi Abdurrahman bin Sakher, sesuai dengan pemberian Rasulullah SAW. Sedangkan nama gelaran Abu Hurairah yang berarti ‘bapaknya kucing’, berawal ketika ia menemukan seekor anak kucing yang terlantar, maka beliau mengambil dan merawatnya. Setelah itu beliau selalu membawa anak kucing itu dalam lengan jubahnya kemanapun beliau pergi, sehingga orang-orang memanggilnya dengan Abu Hurairah. Ketika Nabi Muhammad SAW mendengar kisah tentang nama gelarannya itu, baginda nabi terkadang memanggilnya dengan nama ‘Abul Hirr”, yang artinya adalah : bapaknya kucing (jantan).

Sepulangnya dari Khaibar, sebagaimana sahabat pendatang (Muhajirin) miskin lainnya, Rasulullah SAW menempatkan Abu Hurairah di serambi masjid yang dikenal sebagai Ahlus Shuffah, yang berarti menjadi tetangga Rasulullah SAW. Mereka tidak makan kecuali apa yang diberikan oleh Rasulullah SAW, sehingga mereka sering mengalami hal-hal yang bersifat mu’jizat dalam hal ini. Misalnya Rasulullah mendapat hadiah segantang susu, beliau akan menyuruh Abu Hurairah memanggil seluruh penghuni Ahlus Shuffah yang berjumlah sekitar 70 orang (sebagian riwayat, 40 orang) untuk menikmati susu tersebut, dan mencukupi. Kadang hanya sepanci masakan daging, atau setangkup kurma, atau sedikit makanan lainnya, tetapi mencukupi untuk mengenyangkan keluarga Rasulullah SAW dan para penghuni Ahlus Shuffah.

Sebagai buruh gembala kambing, Abu Hurairah juga seorang yang buta huruf (ummi). Tetapi jika Allah SWT memang telah berkehendak akan memberikan kemuliaan kepada seseorang, mudah sekali ‘jalannya’ meskipun ia memiliki banyak kekurangan, bahkan derajad yang rendah dalam pandangan manusia. Seperti halnya terjadi pada Bilal bin Rabah, ternyata Allah SWT mengaruniakan kelebihan lain pada Abu Hurairah, yakni otak yang sangat jenius sehingga mempunyai kemampuan menghafal yang tidak ada bandingannya. Dengan karunia Allah ini, akhirnya ia menjadi seseorang yang paling banyak meriwayatkan hadits Rasulullah SAW.

Kemampuan Abu Hurairah tersebut ternyata didukung dengan berkah yang diperolehnya dari Rasulullah Muhammad SAW. Suatu ketika Nabi Muhammad SAW pernah bersabda pada beberapa sahabat, “Siapa yang membentangkan surbannya di depanku hingga selesai pembicaraanku, kemudian meraihnya atau menangkupkan ke dirinya, maka ia takkan terlupa akan sesuatu apapun yang didengarnya dari diriku…”

Abu Hurairah bereaksi cepat mendahului para sahabat lainnya membentangkan surbannya di depan Nabi Muhammad SAW. Setelah beliau selesai berbicara, ia segera menangkupkan surbannya tersebut ke dirinya.

Dalam peristiwa lainnya, Abu Hurairah bersama dua orang sahabat lainnya tengah berdzikir dan berdoa. Tiba-tiba Nabi Muhammad SAW datang sehingga mereka menghentikan aktivitasnya untuk menghormati, tetapi beliau bersabda, “Lanjutkanlah doa kalian!!”

Maka salah seorang sahabat melanjutkan berdoa, dan setelah ia selesai berdoa, Nabi Muhammad SAW mengaminkannya. Sahabat satunya ganti berdoa, dan setelah selesai Rasulullah SAW mengaminkan doanya. Giliran Abu Hurairah, ia berdoa, “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, apa yang dimohonkan oleh dua sahabatku ini, dan aku juga bermohon kepada-Mu karuniakanlah kepadaku ilmu yang tidak akan dapat aku lupakan!!”

Rasulullah SAW tersenyum mendengar doa Abu Hurairah itu dan mengaminkannya pula.

Baca juga: Tsa’labah bin Abdurrahman, Dosa Yang Mengantarkan Surga

Beli template Wordpress premium Indonesia
  • Bagikan

Respon (1)

Komentar